TENTANG PAJS

Berdiri sejak 2008 di Jakarta, Pusat Analisis Jaringan Sosial (PAJS) adalah research think-tank yang ilmiah, impact measurement, dan data-driven policy yang dapat dipertanggungjawabkan. 

Komitmen kami adalah integritas dan kerahasiaan.

“Orkestrasi sosial ibarat seni yang membutuhkan keindahan, ketelitian dan ketepatan” ​

Ruddy Agusyanto, Advisory Board

Ketika revolusi industri 4.0 memasuki setiap sendi dari kehidupan manusia dan membuat banyak perubahan yang seolah-olah serba tidak menentu. Kami percaya bahwa hubungan sosial antar manusia relatif selalu stabil. 

Di tengah perkembangan teknologi yang begitu pesat, perubahan yang tidak menentu, kami masih percaya bahwa manusia adalah sentral kehidupan. 

Informasi menyebar dalam waktu yang relatif cepat (viral) karena kita tidak pernah tau dengan siapa saja kita terhubung melalui temannya teman kita / friends of friends (Boissevain, 1974). Milgram (1967), membuktikan bahwa siapa saja dapat terhubung hanya melalui enam (6) rangkaian hubungan (six degrees separation). Agusyanto (2010), menemukan melalui penelitian kualitatif bahwa siapa saja dapat terhubung melalui 2-4 rangkaian hubungan sosial. Hal ini dikuatkan oleh Facebook research (2016) bahwa siapapun dapat terhubung melalui 3.57 rangkaian hubungan (three and a half degrees of separation).

Ruang dan waktu seolah dipadatkan melampaui jarak teritorial – geografis, administrasi kewilayahan, batas negara, dst – “Masyarakat lintas batas”

PAJS (Pusat Analisis Jaringan Sosial) / Center for Social Network Analysis sebagai lembaga penelitian (research think-tank) sejak tahun 2008, kami membawa ke’khas’an pendekatan Antropologi yakni: Holistik (terintegrasi), emic (realita menurut subjek yang diteliti) dan relativitas. PAJS didirikan oleh Ruddy Agusyanto & Prof. Achmad Fedyani Saifuddin, Ph.D., 

Pendiri (Prof. Achmad F. Saifuddin, Ph.D.,)

Prof. Achmad adalah Dosen Program Sarjana Jurusan Antropologi, Universitas Indonesia. Pada tahun 1981 ia mengambil gelar sarjana di Universitas Indonesia di bidang Antropologi. Beliau menyelesaikan Master of Arts (MA) di Amerika Serikat, diikuti oleh Doctor of Philosophy (Ph.D.) dari University of Pittsburgh, USA pada tahun 1985.

Prof. Ahmad memiliki keahlian meliputi kemiskinan perkotaan (terutama Indonesia dan Asia Tenggara), agama dan budaya (terutama konflik dan integrasi penganut agama), dan bidang lain yang terkait dengan kekerabatan dan organisasi sosial, serta studi tentang jaringan sosial dan masyarakat. Pemikirannya tertuang dalam banyak jurnal ilmiah dan buku yang diterbitkan. Beliau mengajar sejak 1984 di Departemen Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia.

Pendiri (Ruddy Agusyanto)

Ruddy adalah Pembina Pusat Analisis Jaringan Sosial (PAJS) dan merupakan DIrektur Eksekutif di institut sejak didirikan 2008 hingga 2018. Ruddy mengajar di jurusan Antropologi di Universitas Indonesia dan Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, dan pernah menjabat sebagai Peneliti Ahli dan Pokja Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Pendidikan dan Kebudayaan (2010-2014). 

Ruddy menulis di beberapa media cetak, jurnal, dan buku (Jaringan Sosial dalam Organisasi -2007; Fenomena Dunia Mengecil – 2010; Budaya Sontoloyo- 2013; Berpikir Jaringan – 2018). Beliau juga merupakan Direktur Eksekutif di Insititut Antropologi Indonesia. 

Direktur Eksekutif

Rendy A. Prasetya saat ini adalah Direktur Eksekutif Pusat Analisis Jaringan Sosial (PAJS), penelitian pertamanya dimulai sejak 2009, saat ini juga menjabat selaku sekertaris pengurus daerah (Pengda) DKI Jakarta – Asosiasi Antropologi Indonesia, Ketua Asosiasi Peneliti Jaringan Sosial Indonesia (APJARSI) dan tenaga pengajar, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia (UI).